Rubrik dan Berita

Pertahanan

Pengamanan Informasi

Linux OS

Zimbra Mail

Database

Religi

Budaya

Hoax List

Friday, March 31, 2017

Pimpinan Aksi 313 Ustadz al Khaththath Ditangkap Polisi

wihartoyo wihartoyo     Friday, March 31, 2017     No comments
SUWUR, Pimpinan Aksi 313 Ustadz Muhammad Al-Khaththath ditangkap aparat kepolisian sejak Kamis (30/3)  malam.
Kabar itu disampaikan Koordinator Tim Pengacara Muslim (TPM), Achmad Michdan kepada Warta Pilihan pagi ini.
“Saya sekarang mau meluncur ke Mako Brimob Depok untuk mendampingi ustadz al Khaththath,” kata Michdan lewat sambungan telepon.
Michdan menyatakan belum tahu tuduhan apa yang dikenakan kepada Sekjen Forum Umat Islam ini. “Ini merupakan kecemasan atau kepanikan. Itu harusnya (aksi 313) menjadi koreksi bagaimana negara menyikapi masalah penistaan agama ini. Bukan menambah masalah baru,”tutur Michdan kepada Radio Dakta. Ia juga berharap Tim Advokasi GNPF MUI segera mendampingi Ustadz Khaththath.
Michdan juga menyatakan bahwa pelaku penodaan agama harus dihukum. Karena masalah mendasar aksi 313 ini adalah masalah penistaan agama yang dilakukan Ahok.
Belum diketahui sampai saat ini siapa yang mengambil alih pimpinan aksi 313 setelah ditangkapnya Ustadz al Khaththath. Kemarin, Sekjen FUI ini menggelar konferensi pers terkait Aksi 313.
Ustadz Al-Khaththath kemarin menyatakan bahwa aksi 313 adalah aksi damai dan akan diikuti massa sekitar 100 ribu orang. Ia juga mengharap para pimpinan aksi dapat bertemu dengan Presiden Jokowi untuk menyampaikan tuntutan agar Ahok dicopot dari jabatan Gubernur DKI Jakarta. I
Reporter : Nuim
Sumber: Wartapilihan

Thursday, March 30, 2017

Komisi Rusuh, Pemilu Pun Terancam

wihartoyo wihartoyo     Thursday, March 30, 2017     No comments
Image: Istimewa
Pekan lalu Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang Pemilu DPR, mewacanakan rencana akan dimasukkannya wakil partai politik sebagai komisioner Komisi Pemilihan Umum. Usul ini muncul setelah anggota Pansus RUU Pemilu ngelencer sambil studi banding ke Jerman. Anggota KPU di Jerman terdiri dari delapan orang berlatar belakang partai politik, dan dua orang hakim sebagai pengawal bila muncul permasalahan hukum. 

Menurut Wakil Ketua Pansus Yandri Susanto, keterlibatan orang partai di dalam KPU ini untuk meminimalisir kecurangan pemilu. “Masa, 'lu nyurangin saya, sayanya ada lho di situ'. Daripada katanya dicari-cari yang sok independen ternyata bisa dibeli,” ujar politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu, di Senayan, pekan lalu.

Usul Pansus RUU Pemilu langsung menuai pro dan kontra. Partai-partai kebanyakan setuju, sementara berbagai LSM dan tokoh masyarakat menentang. Salah satunya, Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini. Titi menilai usul Pansus RUU Pemilu adalah langkah mundur. “Penyelenggara pemilu 1999 yang terdiri dari perwakilan anggota partai politik peserta pemilu ditambah perwakilan pemerintah justru menimbulkan banyak persoalan dalam teknis penyelenggaraan pemilu,” kata Titi sehari kemudian.

Memang, untuk menyelenggarakan Pemilu tahun 1999, pemerintah Presiden BJ Habibie membentuk KPU beranggotakan wakil pemerintah dan wakil partai politik. Karena pemilu 1999 diikuti 48 partai, maka 48 komisioner KPU berasal dari partai politik, ditambah lima komisioner dari pemerintah. Total, komisioner KPU saat itu berjumlah 53 orang, dipimpin mantan Menteri Dalam Negeri Rudini sebagai Ketua. Namun ternyata mengelola 53 kepala perlu upaya dan tenaga yang luar biasa. Berbagai kelucuan maupun masalah terjadi, termasuk rekayasa rapat tak mencapai quorum, deadlock, ancam-mengancam, hingga dugaan korupsi.

Keanggotaan KPU kemudian diubah berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2000 tentang Pemilu. Dalam Pasal 8 UU Nomor 4 Tahun 2000 diatur bahwa "Penyelenggaraan Pemilihan Umum dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum yang independen dan nonpartisan." Dengan aturan itu, komisioner KPU tidak lagi diisi unsur partai dan pemerintah. Mereka dipilih dalam sebuah proses seleksi. 

Para komisioner tahun 2001 - 2007 beranggota para akademisi. Tapi KPU 2001 - 2007 ini bukan tanpa masalah. Ketua KPU dan beberapa komisioner tersandung kasus korupsi. Begitu pula para akademisi yang menjadi Komisioner tahun 2007 – 2012. Masalah yang disoroti adalah soal independensi dan kecenderungan pemihakan kepada petahana. Apalagi beberapa bekas anggota KPU lalu merapat ke partai Demokrat. Komisioner KPU 2013 hingga kini juga banyak dikritisi soal independensi. Beberapa di antara mereka dianggap cenderung dekat dengan salah satu calon presiden yang kemudian terpilih. Jadi semua ada risikonya.

Nah, sebagai gambaran tentang apa yang terjadi dan dilakukan oleh para komisioner KPU tahun 1999, saya akan membagikan tulisan lama saya saat masih menjadi Penanggung Jawab Rubrik Nasional di Majalah Forum Keadilan tahun 1999. Ini sekadar gambaran tentang betapa repotnya mengelola 53 kepala dengan 48 orang berlatar belakang partai yang beraneka ragam ideologi dan kecenderungannya. Lain waktu insyaa Allah saya share juga apa yang terjadi dan dilakukan para komisioner KPU berikutnya…
Silakan…

Friday, March 24, 2017

DoubleAgent, Bukan Cuma Anti Anti Virus

wihartoyo wihartoyo     Friday, March 24, 2017     No comments
Broken Windows Foto: Sketchup
Para peneliti pengamanan jaringan dan computer dari Cybellum telah berhasil menemukan teknik zero-day code injection and persistence baru yang memungkinkan seorang attacker untuk mengambil alih aplikasi dan seluruh mesin yang menggunakan Windows. Mereka mendemonstrasikan serangan kepada solusi antivirus yang mereka sebut sebagai DoubleAgent karena mampu merubah antivirus menjadi agent malware.

Serangan Double Agent
"DoubleAgent mengeksploitasi perangkat yang sah pada Windows yang disebut sebagai 'Microsoft Application Verifier' yang merupakan bagian dari instalsi Microsoft Windows dan selalu disertakan pada seluruh versi dari MS Windows yang dipergunakan untuk menemukan dan memperbaikai bug pada suatu aplikasi," kata Cybellum.

"Peneliti kami telah menemukan kemampuan tak didokumentasikan dari 'Microsoft Application Verifier' yang memberikan kemampuan pada penyerang untuk mengganti standar verifikasi pada verifier dengan standar verifikasi mereka.  Penyerang dapat memanfaatkan kemampuan ini untuk menyuntikkan standar verifikasi yang telah dikastomisasi kepada suatu aplikasi. Sekali seorang mampu menyuntikkan verifikasi yang telah dikastomisasi, dia kemudian akan mendapatkan kontrol penuh terhadap aplikasi.
Meskipun, suatu serangan dapat dipergunakan untuk meng-kompromikan semua aplikasi, peneliti memilih untuk berfokus pada solusi antivirus, karena umumnya aplikasi ini umumnya dianggap sebagai terpercaya.
"Dengan menggunakan DoubleAgent, seorang penyerang dapat mengambil kontrol penuh dari antivirus dan mempergunakannya tanpa harus takut akan diblok," kata mereka memberikan catatan. Kontrol ini meliputi:
Merubah aplikasi menjadi malware (selama tidak bisa teridenfikai oleh solusi pengamanan lainnya)
Memodifikasi kebiasaannya (membuatnya stop bekerja)
Mempergunakannya untuk menjalankan aksi yang seharusnya segera bisa teridentifikasi sebagai suspicious (misal oleh exfiltrate data, C&C communication, dst)
Menghancurkan komputer (mengenkrip seluruh file, memformat hard disk drice, dan seterusnya)

Peneliti Cybellum telah mendemontrasikan DoubleAgent code injection untuk menyerang Symantec Norton Antivirus, dan menawarkan POC untuk exploit code di GitHub. Teknikal detail dari double agent bisa diambil di sini.

Para peneliti telah menyampaikan kepada vendor antivirus besar dan beberapa dari mereka telah menerapkan patch (Malwarebytes, dan AVG). Trend Micro sedang menerapkan patch nya. Sementara yang masih vulnerable adalah Avast, BitDevender, ESET, Kaspersky, dan F-Secure.

"Microsoft saat ini tengah menyediakan suatu desaign dan konsep baru untuk vendor antivirus yang mereka sebut sebagai protected proses.  Konsep baru ini khusus dibuat hanya untuk servis antivirus. Proses antivirus dapat dijalankan sebagai  'Protected Process' dan infrastruktur protected process hanya akan mengijinkan, kode yang telah dipercaya maupun yang telah ditandai untuk dimuat.  Protected Process juga pertahanan bawaan untuk melawan serangan code injection," jelas para peneliti.

"Ini berarti, bahkan bila seorang penyerang menemukan teknik baru zero day injection sekalipun, mereka tidak akan dapat melakukan untuk menyerang antivirus oleh karena kode nya tidak ditandai. Cuma, saat ini belum ada antivirus selain Windows Defender yang telah mengimplementasikan itu, meskipun Microsoft telah membuat disain ini 3 tahun yang lalu.
Kerentanan yang memungkinkan serangan DoubleAgent bekerja pada semua versi dan arsitektur Microsoft Windows.
"Kami memerlukan usaha lebih untuk mendeteksi dan menahan serangan ini serta menghentikan dengan menutup mata seluruh solusi pengamanan tradisional," lanjut para peneliti. "Sebagaimana terlihat di sini, mereka bukan cuma tidak efektif dalam menyerang zero day tapi juga membuka kesempatan bagi penyerang untuk membuat serangan yang lebih kompleks dan mematikan"


Monday, March 20, 2017

Sistem Wifi baru yang (katanya) 100 Kali Lebih Cepat dan Gak akan Overloaded

wihartoyo wihartoyo     Monday, March 20, 2017     No comments
Image Courtesy: Pixabay
Tidak bisa disangkal, bahwa pada hari ini, (hampir semua) orang lebih banyak mementingkan Wifi dibanding kebutuhan lainnya. Dan, bakal bikin frustrasi bila dapet Wifi, tapi lemot luar biasa. Untuk menjawab tantangan ini, peneliti pada Eindhoven University of Technology telah berhasil mengembangkan solusi baru.  Mereka telah berhasil mengembangkan system Wifi baru yang didasarkan pada sinar infra merah yang relative tidak berbahaya
.
System Wifi yang masih baru ini bisa murah dan mudah untuk disetup. Sebagai tambahan, system ini tidak memerlukan maintenance dan tidak membutuhkan tenaga.  System ini memiliki kapasitas yang besar sehingga sehingga tidak perlu berbagi selama setiap device bisa menangkap sinarnya sendiri. Setiap sinar mempunyai kapasitas lebih dari 42.8 Gbit/s.

System dari data nirkabel ini menggunakan beberapa ‘antena cahaya’, yang mampu secara tepat mengarahkan sinar yang dipancarkan oleh suatu serat kaca (optical fiber). Pada antenna, sepasang kisi memancarkan sinar pada panjang gelombang dan sudut yang berbeda. Para ilmuwan menggunakan panjang gelombang inframerah yang aman yang tidak berbahaya bagi retina pada mata anda.

Ketika seorang user dengan smartphone atau tablet berpindah dari satu pancaran sinar, pancaran sinar yang lain akan mengambil alih.  Dengan menggunakan sinyal radio, system akan melacak posisi smartphone dan saat terjadinya perpindahan ini, tidak akan terjadi interferensi dari jaringan WiFi.
Sebagaimana disebutkan di atas, sistem WiFi yang baru ini, didasarkan pada sinar infra merah yang relative tidak berbahasa. Sinar ini menggunakan frekuensi-frekuensi ribuan kali lebih tinggi dengan panjang gelombang 1500 nanometer atau lebih.  Dalam hal ini berarti pula kapasitas data yang lebih tinggi.

Para ilmuwan mengatur kecepatan koneksi pada 42.8 Bbit/s pada jarak 2.5 meter. Hal ini tetap lebih baik, bahkan bila dibanding dengan system terbaik saat ini yang mampu menyediakan kecepatan 300 Mbit/s lebih.  Para ilmuwan memperkirakan, system baru ini bisa memberikan kecepatan ratusan kali lebih cepat dari 300 Mbit/s.

Namun, sayangnya, menurut para ilmuwan, system ini baru bisa dinikmati 5 tahun ke depan atau lebih. Dan semoga, kalo memang bisa terwujud, internet kita di Indonesia sudah murah dan infrastruktur internetnya juga ude bagus. Percuma juga kan, kalo kenceng di infrastruktur local, tapi mahal tarifnya dan lemot di infrastruktur nasional kita. Wis mbuh!!!

Sumber: Snaxzer.com

Thursday, December 8, 2016

Bincang Ringan, Misi Kristen dan Dakwah Islam (I)

wihartoyo wihartoyo     Thursday, December 08, 2016     No comments
Dalam sebuah diskusi dengan santri saya mengajukan pertanyaan, "Bolehkah orang Kristen menyiarkan agamanya ke orang Islam ?" Serentak mereka menjawab "Tidak boleh". Kemudian saya mengajukan pertanyaan susulan, "Rekan-rekan santri senang tidak, kalau ada orang yang masuk Islam karena didakwahi oleh Koh Hany," dan secara serempak juga mereka menjawab "Tentu senang ustadz." Kontan saya timpali, lha kok nggak adil, orang Kristen nggak boleh menyiarkan agama ke umat Islam, sementara umat Islam boleh mendakwahi orang Kristen.

Saya jadi ingat kutipan dari Syaikh Ali Mahfuzh, guru besar Ilmu Da'wah wal Irsyad, Anggota Majelis Ulama dan Pembina Ilmu Dakwah pada Universitas Al Azhar dalam bukunya Widji Saksono, Mengislamkan Jawa, terbitan Mizan tahun 1995.

"Barangsiapa memperhatikan dengan seksama, tahulah ia bahwa sesungguhnya dakwah kepada Allah itu adalah sendi kehidupan suatu agama, pangkal syi'ar suatu kepercayaan. Syahdan pada hakekatnya, bukan agama saja yang sendi kehidupannya, tegak dan runtuhnya, bergantung pada keadaan dakwah.Bahkan segala macam ideologi, aliran, pendirian, usaha dan lain sebagainya -terlepas dari benar dan salahnya, halal dan haramnya, berfaedah atau bermanfaatnya- semua itu hidup matinya terutama bergantung pada keadaan dakwahnya.

Tidaklah rubuh tiang-tiang agama setelah tegaknya, tidak terhapus suatu garis metode setelah terangkat benderanya, dan tidak lenyap suatu haluan dan aliran setelah teguh tertanamnya, kecuali dengan meninggalkan dan melalaikan dakwah.

Sejarah memberikan pelajaran, bahwa seseorang yang mengajak kepada sesuatu, tidak boleh tidak tentu mendapatkan penyokong dan pengikut. Dan atas dasar inilah, kita dapat melihat beberapa aliran yang batil dapat berkembang karena dakwah, dan sebaliknya aliran yang benar -karena melalaikan dakwah- menjadi surut dan lenyap. Kalau kebenaran itu dapat berdiri dan tersiar dengan sendirinya, tentulah kita tidak diwajibkan berdakwah, dan tidak dihajatkan adanya para Nabi dan Rasul serta ulama-ulama pewaris para Nabi untuk bekerja, dan juga para ahli penerangan dan pemberi nasehat, dan para pengajar yang membawa ke arah petunjuk dan agama yang benar."

Oleh karena itu, dari kesimpulan sementara saya, tantangan pemurtadan lebih dikarenakan ketidak hadiran dakwah. Sebab di belahan Indonesia Timur, kata teman saya yang jadi rohaniawan di sana, isu yang berkembang sebaliknya, yaitu gerakan pengIslaman masyarakat Indonesia Timur. Kita tentu mengenal AFKN yang dipimpin oleh ustadz Fadzlan yang dakwahnya berhasil masuk sampai ke pedalaman Papua, yang selama ini sudah diklaim sebagai wilayah kaum Nasrani.

Oleh karena itu, menurut saya, melakukan riset dakwah, merumuskan strategi dakwah yang pas di tengah masyarakat, akan lebih menyehatkan pikiran dan lebih bermanfaat bagi umat daripada mengembangkan ketakutan-ketakutan akan misi agama lain. Tentu saja harus dipikirkan bagaimana menampilkan Islam dan umat Islam supaya menarik bagi pemeluk agama lain supaya mereka punya keinginan untuk mengenal Islam lebih dalam. Kalau orang Kristen punya ujung tombak berupa diakonia dalam pelayanan kepada umat manusia, maka umat Islam punya akhlak dan adab yang bisa menjadi magnet dakwah Islam. Sehingga jangan sampai kesantunan dan akhlak yang tinggi pada demo #penjarakanAhok, yang sudah memberikan kesan positif pada banyak orang dari berbagai agama itu menjadi rusak hanya karena ulah segelintir orang yang ingin menang sendiri. Seperti kejadian di Bandung. 

Dari Facebook Kyai Arif Wibowo

Friday, October 28, 2016

Anakku Belum Saatnya Mati

wihartoyo wihartoyo     Friday, October 28, 2016     No comments
Oleh: John Bon Bowie


“Ummi….Ummi…dede Luthfi…Ummi…dede Luthfi…….kecebul empang!” terbata-bata Chairi, bocah berusia 4 tahun itu, melapor pada ibunya yang tengah mengikuti pengajian, Kamis (16/4/2009). Spontan, Sri Wahyuni, ibu 3 anak yang dipanggil Ummi tadi, loncat dan berlari sekuat tenaga ke arah empang dimaksud. Demikian pula para guru Yayasan Kebon Maen Bocah Bogor dan Ustadz Ojo Sujono, serentak berhamburan keluar kelas. Masya Allah, Sri Wahyuni melihat anak bungsunya, Muhammad Ibrahim Luthfi (2) sudah tengkurap mengambang di kolam lele. Ia rupanya ‘’lolos’’ dari pengawasan orang dewasa, lalu masuk ke kolam kecil sedalam hampir satu meter yang tak berpagar sempurna. Tanpa pikir panjang, Wahyuni terjun ke empang dan meraih tubuh anaknya yang sudah membiru kaku.

Foto Ilustrasi
Tak ayal, suasana pengajian yang semula khusyu berubah riuh dengan tangis dan jerit panik para guru yang semuanya perempuan. “Bagaimana ini? Bagaimana ini. Segera ke rumah sakit?” Ustadz Ojo Sujono berseru kebingungan sambil membopong tubuh si bocah. Di saat genting itu, sebersit ingatan terbayang oleh Ustadzah Nur. Cucu seorang paraji ini pernah memperhatikan bagaimana neneknya dulu menangani kelahiran jabang bayi yang terbekap air ketuban. Tindakan yang sama oleh bidan juga pernah dia lihat. Serentak Ustadzah Nur meraih Luthfi dari gendongan Ustadz Ojo. Dipegangnya kedua kaki bocah, lalu diangkatnya ke atas sehingga posisinya menggantung dengan kepala di bawah. Lalu ditepuk-tepuknya punggung Luthfi dengan agak kuat. Currr... alhamdulillah, air butek empang mengalir keluar dengan deras dari mulut, hidung, dan telinga Luthfi. Uuuh, uhh, Luthfi tampak bereaksi. Ustadzah Nur pun membopongnya dengan posisi normal. Tapi, Masya Allah, tubuh Luthfi sudah kaku dan membiru, detak jantungpun sudah tak terdengar lagi.

Melihat kondisi anak bungsunya, Sri Wahyuni hanya bisa menangis sambil sebisanya melafalkan Asmaaul Husna. Para tetangga berdatangan, sebagian lalu mencari kendaraan untuk membawa Luthfi ke dokter terdekat. Dengan naik motor, Luthfi dikebut ke klinik terdekat oleh seorang wali santri. Sepanjang jalan, Sri Wahyuni memeluk kencang tubuh putranya seraya berupaya pasrah. Mulutnya tak henti melafal Asmaul Husna ke telinga anaknya.
Karena kondisi pasien sudah kritis, tiga klinik pertama yang dituju tak sanggup menerimanya. “Katanya, mereka tidak punya alatnya,” tutur Guru Balistung Bocah Taqwa, Pondokmiri, Bogor ini. Alhamdulillah, akhirnya Luthfi diterima di Pamulang Medical Center. Hidungnya dipasangi saluran Oksigen. Tak lama kemudian, Luthfi spontan menangis kencang. Saluran pernafasannya sudah normal kembali. Setelah diberi obat penenang, si bocah tertidur pulas. Kondisinya pun berangsur pulih.

Subhanallah, sungguh semua itu pertolongan Allah SWT semata. Bagaimana tidak, Luthfi sudah tersumbat saluran pernafasannya hingga puluhan menit. Menurut perhitungan manusia, dia mestinya tak bisa bertahan.Tak terkira rasa syukur dan bahagia Sri Wahyuni. Peristiwa ini mengingatkannya untuk tak lengah mengasuh si kecil. Begitu pun, pagar empang yang sudah berusia empat tahun itu lalu disempurnakan agar tak ada korban kedua. Wahyuni juga kian merasakan keajaiban menyedekahkan sebagian hidupnya untuk mendidik anak-anak dhuafa di kampungnya. Padahal, kalau mau, ia bisa mengajar di tempat lain dengan gaji yang jauh lebih baik. Namun hatinya lebih nyaman berada di Kebon Maen Bocah di bawah binaan PPPA Daarul Qur’an. Di sekolah rakyat ini, para guru memang mendidik dengan hati.

Monday, October 24, 2016

Tentang Orang-Orang Munafik

wihartoyo wihartoyo     Monday, October 24, 2016     No comments
Courtesy of Youtube
Orang munafik dari kalangan umat Islam dan ahli kitab (yahudi dan nasrani) itu ternyata bersaudara seakidah. Pantas saja mereka siap membela sampai mati

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang munafik yang berkata kepada saudara-saudara mereka yang kafir di antara ahli kitab: "Sesungguhnya jika kamu diusir niscaya kamipun akan keluar bersamamu; dan kami selama-lamanya tidak akan patuh kepada siapapun untuk menyusahkan kamu, dan jika kamu diperangi pasti kami akan membantu kamu." Dan Allah menyaksikan bahwa Sesungguhnya mereka benar-benar pendusta. (Qs Al Hasyr: 11)

Terkait larangan menjadikan orang yahudi dan nasrani sbg pemimpin pd QS Al Maaidah: 51, pada ayat selanjutnya dapat dilihat respon mereka.

Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: "Kami takut akan mendapat bencana." (Al Maaidah: 52)

Dalam tafsirnya dijelaskan bahwa mereka berjaga-jaga kalau nanti orang kafir yang menang maka mereka akan dapat musibah jika berpihak pada orang-orang beriman, dengan kata lain sejatinya mrk mengharapkan kemenangan orang-orang kafir atas orang2 beriman. Tapi ketika kaum mukminin yg menang maka mereka pun tampil sebagai bagian dari umat Islam seolah-olah mereka ikut berjuang memenangkan agama ini.

Allah SWT telah menetapkan bahwa orang kafir dan munafik akan dikumpulkan dlm neraka jahannam.

Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam, yaitu orang-orang yang menunggu-nunggu peristiwa yang akan terjadi pada dirimu (hai orang-orang mukmin). Maka jika terjadi bagimu kemenangan dari Allah mereka berkata: "Bukankah kami (turut berperang) beserta kamu ?" Dan jika orang-orang kafir mendapat keberuntungan (kemenangan) mereka berkata: "Bukankah kami turut memenangkanmu, dan membela kamu dari orang-orang mukmin?" (QS An Nisa: 140-141)

Perhatikan bhw ayat sebelumnya 138-139 QS An Nisa adalah sepenuhnya berbicara tentang orang munafik yang selalu berpihak kpd orang-orang kafir dalam kepemimpinan.

Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi pemimpin dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.

Perhatikan pula ancaman terhadap orang-orang munafik yang selalu ingin berwali kepada orang-orang kafir pada dua ayat berikut:

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah untuk menyiksamu ?

Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka."
(QS An Nisa: 144-145)

Orang-orang munafik itu sudah ada kaplingnya di neraka paling bawah di akhirat kelak. Adapun sanksi untuk mereka di dunia oleh umat Islam adalah tidak menyolatkan mayat mereka yang mati.

Dan janganlah kamu sekali-kali menyembahyangkan (mayat) seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik. (At Taubah: 84)

(Sumber: Fahmi R. Kubra )

Berita PostgreSQL

Recommended