Thursday, October 23, 2014

Nah Lo, Huawei vs. Xiaomi, Siapa Menang?

wihartoyo wihartoyo     Thursday, October 23, 2014     No comments

Huawei Honor 4x (Teena)
Kalau Xiaomi Redmi yang awalnya dikenal di China sebagai Xiaomi Redrice alias beras merah telah berhasil menghingar-bingarkan beberapa negara termasuk Indonesia karena harganya yang murah plus fitur komplit serta performa yang nggak abal-abal, maka Huawei yang telah lebih dulu nongkrong di Indonesia pastinya kepanasan.
"Lah emangnya gua kagak bisa apa? Dia China, gua China juga.  Tahulah gua gimana bikin jadi murah.  Mau bukti?"
Begitu kira-kira ngomelnya Huawei gara-gara brisiknya Xiaomi di pasaran.
"Nih gua punya Honor 4 X," kata si Huawei lagi.
Waw itu karena memang waw, tapi bukan wakwaw!  Huawei Honor 4 X, ponsel cerdas dengan 64bit Quadcore 1.2 GHz Snapdragon processor, 2 GB RAM, 13MP kamera belakang 5MP kamera depan, LTE (TD --china doang-- dan FDD), TD-SCDMA, WCDMA, CDMA(?) dan GSM. OS Android 4.4.4 dengan layar masih sama dengan Xiaomi Redmi 1s (720HD).   Nah Lo...  nyaris diborong abis tuh fitur sama Huawei.

Cuma gini, Xiaomi ini punya jaringan pengguna yang cukup kuat.  Dia tahu, salah satu hal yang cukup menentukan keputusan orang membeli atau tidak itu adalah antar muka pemakai (user interface).  Xiaomi mirip Oppo dalam hal memaintain pengguna melalui komunitas.  Dan mungkin subjective, Xiaomi lebih kuat dan lebih luas dalam penyebaran komunitasnya.  Sementara Huawei yang core sebenarnya adalah infrastruktur jaringan, mungkin tidak terlalu memperhatikan ini.
Xiaomi Redmi 1s (banyak sumber)
Sepertinya, masih cukup berat buat Huawei untuk menyaingi pemasaran Xiaomi.  Karena, bagaimanapun user adalah juri yang terbaik.  Semakin banyak user bisa dibuat senang, maka semakin loyal dia, dan pastinya dia juga akan bercerita kepada kawannya.  Dan, komunitas adalah alat yang terbaik untuk menepis isu.  Meskipun bisa juga berfungsi sebaliknya.
Namun, pengenalan yang masif dan tarik ulur peluncuran produk bisa juga mentrigger rasa ingin tahu pengguna.  Dan, bila ini kemudian dilakukan oleh Huawei, maka sepertinya Huawei masih punya kesempatan menang.

Namun begitu, pasar mungkin sulit ditebak. Namun, yang pasti bisa diharapkan adalah bahwa pengguna adalah juri yang terbaik. Ok, jadi kita lihat saja, China v.s. China, siapa yang bakal menang


0 komentar :

Berita PostgreSQL

Recommended