Tuesday, February 11, 2014

"Kho Ping Hoo" akhirnya tiba di tanah leluhurnya

Unknown     Tuesday, February 11, 2014     No comments
Asmaraman S. Khoo Ping Hoo
Beijing (ANTARA News) - Penulis cerita silat Indonesia keturunan Tionghoa Sukawati Asmaraman atau dikenal dengan Kho Ping Hoo akhirnya tiba di Tanah Leluhur-nya China, melalui salah satu karyanya "Suling Emas" yang diterjemahkan dalam bahasa Mandarin.

Peluncuran komik silat Kho Ping Hoo "Suling Emas" versi Mandarin dilaksanakan Duta Besar RI untuk China merangkap Mongolia Imron Cotan, di Beijing, Sabtu malam.

Pria kelahiran 1946 itu hingga akhir hayatnya telah menulis sekitar 120 seri komik silat dengan latar belakang Negeri China, salah satunya Bu Kek Siansu yang pada jilid 2-nya bertajuk "Suling Emas".

"Meski seluruh karyanya berlatar belakang Negeri China, bahkan teknik silatnya pun Kung Fu, namun almarhum hanya sekali mengunjungi China yakni ke Provinsi Shandong tepatnya di area Gunung Thaysan," ungkap Imron.

Ia menambahkan,"sebelum datang ke Thaysan, Kho Ping Hoo sudah melukiskannya dalam salah satu komik karyanya. Bayangkan, dia sama sekali belum pernah mengenal dan menginjakkan kakinya ke China, seperti Thaysan, tapi China sangat mewarnai cerita komiknya, termasuk Kung Fu-nya".

Cerita silat "Suling Emas" karya Kho Ping Hoo, versi Mandarin akan diedarkan di China secara on-line.

"Untuk tahap awal, kita cetak 200 buku "Suling Emas", agar masyarakat China, khususnya di Beijing dapat mengenal sosok Kho Ping Hoo," kata pengusaha Kasim Gazhali, selaku pemegang hak cipta dan penerbit.

Buku elektronik "Suling Emas" karya Kho Ping Hoo versi Mandarin akan beredar secara on-line di China mulai pertengahan Januari 2014 dengan harga 1,88 Yuan, katanya.

Sementara itu Sekjen Pusat ASEAN-China Ma Mingqiang mengatakan imajinasi Kho Ping Hoo tentang China yang digambarkan dalam setiap karyanya, sangat mengesankan.

"Dia tidak pernah menjejakkan kaki di China, namun bisa menggambarkan China begitu rinci dan sangat sesuai dengan kenyataannya, dalam karyanya," katanya.

Ma Mingqiang menambahkan,"ini menandakan kebudayaan bisa menjadi jembatan penguat hubungan dua bangsa Indonesia dan China yang telah berlangsung lama. Semoga masyarakat China dapat menikmati dan mengenal sosok Kho Ping Hoo dengan karyanya, yang penuh dengan cerita heroik dan mengandung nilai luhur Indonesia serta China,".

0 komentar :

Monday, February 10, 2014

David Boey: KRI Usman Harun Tidak Boleh Lewat Singapura

Unknown     Monday, February 10, 2014     No comments
VIVAnews - Mantan koresponden pertahanan media Singapura Straits Times, David Boey, menyarankan agar kapal fregat milik Indonesia, KRI Usman Harun tidak diizinkan melintas di perairan Singapura. Menurut dia, apabila kapal sepanjang 90 meter itu diizinkan melintas, maka dikhawatirkan dapat membuka luka lama saat hubungan bilateral kedua negara tegang di tahun 1965 silam.

Dilansir dari harian Strait Times akhir pekan lalu, Boey mengatakan apabila kapal yang dijadwalkan tiba di perairan RI pada Juni 2014 itu dibiarkan melintas, malah akan membuat perhatian publik teralihkan dari kampanye aksi teror di daerah perkotaan di Indonesia ke tindakan serupa terhadap sebuah negara kepulauan selama perang konfrontasi. Kendati warga Singapura pada akhirnya bisa melupakan episode kelam dalam hubungan kedua negara di masa lampau, maka peristiwa memilukan itu, justru kembali menyergap mereka pada pekan lalu.

Bahkan secara frontal, Boey mengatakan bahwa warga Singapura sebaiknya tidak melupakan penderitaan, kesedihan dan pertumpahan darah akibat serangan teror yang berdampak terhadap keluarga korban di Negeri Singa itu. Menurut dia, apa yang dilakukan oleh kedua marinir Angkatan Laut,  Harun Said dan Osman Haji Mohammed Ali merupakan kejahatan perang yang keji.

Dia menyebut, tidak ada satu pun anggota militer yang patut bangga atas perbuatan itu. Terlebih setelah melakukan aksi pengeboman tersebut, keduanya tulis Boey, kabur. Sehingga menurut dia, nama keduanya tidak layak disebut sebagai pahlawan dan disematkan di kapal perang.

Noda akibat tindakan pengeboman itu akan selalu dikenang publik, tatkala nama kapal tersebut disebut di setiap pelabuhan asing.

Selain menyarankan untuk tidak mengizinkan KRI Usman Harun melintasi perairan Singapura, Boey meminta AL Republik Singapura (RSN) sebaiknya secara sopan menolak semua latihan militer dengan kapal itu. Entah untuk latihan perang dengan kode sandi "elang" atau konferensi  tentang angkatan laut dan industri maritim bernama IMDEX.

Bahkan Komandan RSN diharapkan tidak melakukan kunjungan kehormatan ke dek kapal tersebut. Menurut Boey bisa dibayangkan keanehan yang akan muncul di benak petinggi RSN ketika memasuki ruang petugas yang dilengkapi dengan foto kedua marinir TNI AL tersebut. Belum lagi ketika melihat nama keduanya menjadi saksi bisu kunjungan tersebut.

Menurut Boey, hak dan kedaultan setiap Pemerintah suatu negara untuk menamai kapal perang mereka dengan nama apa pun.

"Namun, juga menjadi hak kedaulatan bagi Pemerintah Singapura untuk menolak masuknya kapal yang justru akan kembali membuka luka lama," tulis Boey.
(dari vivanews.com)

0 komentar :

Tuesday, February 4, 2014

Hati-hati dengan Virus Cryptolocker

Unknown     Tuesday, February 04, 2014     No comments

Saya sering mewanti-wanti ke beberapa teman untuk mengabaikan message yang telah masuk ke junk folder pada sytem mail kita, kecuali dari contact yang kita kenal. Namun, meskipun contact yang kita kenal pun seandainya kita tidak dalam suatu pembahasan sesuai dengan content yang terkirim via e-mail tersebut, kita tetap harus hati-hati.  Jangan pernah membuka attachment apapun yang terkirim melalui e-mail yang mencurigakan tersebut tanpa terlebih dahulu meminta konfirmasi dari pengirim.
Beberapa saat lalu saya sempat ditanya sama seorang teman tentang virus Cryptolocker.  Ah, virus apalagi itu? Ternyata virus ini adalah virus yang secara psikologis potensial membuat orang menjadi lebih stress daripada sekedar virus yang menghilangkan file atau menyamar sebagai suatu file sementara file kita aman disembunyikan oleh virus tersebut.  Bagaimana bisa membuat kita stress? Saya katakan kita bisa stress karena virus ini tidak menghilangkan file kita.  File kita tetap ada, tetapi kita tidak bisa melakukan apapun terhadap file kita selain membiarkannya atau menghapusnya sama sekali.
Virus yang diketahui pertama kali menyerang pada September 2013 ini masuk kelompok malware ransomware dimana dia akan membatasi akses terhadap sumberdaya yang telah terinfeksi. Virus ini menyebar melalui attachment e-mail. Ketika diaktifkan virus ini akan mengenkripsi terhadap beberapa jenis file dan pada saat yang bersamaan server yang menjalankan malware control akan menggenerate public key-pair  untuk melakukan dekripsi. Untuk menghindari pelacakan, server bisa berupa local proxy dan sering berpindah pindah. Bila berhasil menginfeksi target, virus kemudian akan memberitahukan kepada pemilik dokumen untuk membayar sejumlah tertentu (USD 300 atau EUR 300) dalam jangka waktu tertentu melalui pre-paid cash voucher anonim seperti MoneyPak atau Ukash. Bila jangka waktu yang ditentukan terlewati, maka secara otomatis public-key yang ditawarkan akan dihapus dari server. Menurut Symantec, 3% korban memilih untuk membayar sehingga mereka bisa mendapatkan public-key nya dengan memasukkan private-key yang digenerate oleh virus.  Namun, banyak pula dari korban yang membayar tidak bisa mendapatkan dokumennya kembali. Alias tidak bisa di dekrip.

Pada Desember 2013 muncul Cryptolocker ver. 2.0.  Berbeda dengan pendahulunya yang menggunakan RSA 2048 key-pair, Cryptolocker yang ini mengunakan RSA 1024 key-pair dan Tripple DES algorithm.  Versi 2.0 ini menggunakan sambungan P2P semacam torrent atau removable media.  Dan sepertinya, kabar baiknya untuk yang ver. 2.0 ( adalah untuk komputer yang tidak terinstall .Net framework maka mungkin virus ini tidak berdaya, karena virus ini dibangun dengan menggunakan C# berbeda dengan pendahulunya yang menggunakan C++.  Dan berbeda dengan pendahulunya juga adalah bahwa pada versi 2.0 ini hanya menerima pembayaran dengan menggunakan bitcoin.  Jadi antara ver. 2.0 dan pendahulunya bisa diperkirakan dibuat oleh pihak yang berbeda.

Mitigasi.
Software pengamanan semacam antivirus memang didisain untuk mendeteksi kehadiran suatu ancaman.  Tapi mungkin tidak semua ancaman termasuk Cryptolocker bisa terdeteksi.  Bisa jadi cryptolocker baru terdeteksi ketika aktifitas enkripsinya selesai.  Namun bila ada antivirus yang mampu mendeteksi kehadiran Cryptolocker sebelum seluruh aktifitas enkripsinya selesai, segera lakukan proses removal. Atau matikan segera secara paksa (Mungkin ini adalah langkah paranoid,  namun dalam beberapa hal mungkin kita memutuskan bahwa asset dokumen kita jauh lebh berharga daripada hardware pc kita).
Untuk melakukan mitigasi terhadap kemungkinan kehilangan dokumen sebaiknya kita melakukan backup offline ke eksternal storage yang tidak shared.
Bila telah terinfeksi dan itu merupakan satu-satunya dokumen yang kita punya, maka mengingat panjangnya key yang digunakan oleh pembuat virus untuk mengenkrip dokumen kita, maka tidak ada pilihan selain membayar sejumlah dana tersebut. Bila setelah membayar pun ternyata file tetap tidak bisa didekrip maka berarti kita harus merelakan file kita hilang.  Pembuat virus bukan lembaga layanan yang bisa dinego.  Mereka adalah murni kriminal. Brute-force attack untuk melakukan coba-coba dekripsi dokumen bisa dipastikan tidak akan bisa.

0 komentar :

Struktur Militer Utsmani dalam Laskar Diponegoro

Unknown     Tuesday, February 04, 2014     No comments
Penjajahan Belanda di Nusantara selama 350 tahun tidaklah berlangsung dengan mulus tanpa perlawanan. Bangsa Muslim yang memiliki kehormatan dan harga diri ini tak henti-hentinya melawan. Jihad mempertahankan negeri dari serangan penjajah kafir adalah jalan hidup mereka semenjak dahulu kala. Tapi siapa sangka, ternyata pengaruh khilafah Utsmaniyah sangat besar di dalamnya.

Salah satu perlawanan terbesar yang sangat merepotkan Belanda adalah Perang Jawa (Java Oorlog) yang berlangsung dalam kurun 1825-1830. Perlawanan yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro ini berlangsung di sebagian Pulau Jawa. Medannya membentang dari Yogyakarta di pantai selatan hingga perbatasan Banyumas di barat dan Magelang di utara. Meski wilayah ini relatif kecil dalam ukuran zaman sekarang, kawasan ini adalah pusat kerajaan Jawa yang mulai digerogoti oleh kekuasaan Belanda.

Perlawanan ini berkobar lama dan berdarah, ratusan ribu korban jatuh, terutama dari pihak Muslim. Belanda sendiri kehilangan ribuan prajurit dan kasnya hampir kosong untuk membiayai perang. Belanda menghadapi musuh berat yang menentangnya bukan semata sebagai kekuatan penjajah yang merampas hak, namun sebagai kekuatan kafir yang membahayakan akidah Islam.

Perlawanan Pangeran Diponegoro disusun dengan struktur militer Turki. Nama berbagai kesatuannya merupakan adaptasi dari nama kesatuan militer Khilafah Utsmani. Panglima tertingginya adalah Sentot Ali Basah, adaptasi dari gelar Ali Pasha bagi jenderal militer Turki. Sementara unit-unitnya antara lain bernama Turkiyo, Bulkiyo dan Burjomuah menunjukkan pengaruh Turki. Bulkiyo adalah adaptasi lidah jawa bagi Bölük, struktur pasukan Turki dengan kekuatan setara resimen. Sementara jabatan komandannya adalah Bolukbashi.

Susunan militer khas Turki ini membedakan pasukan Diponegoro dengan pasukan Mangkunegaran Surakarta yang menggunakan struktur legiun (mengadopsi sistem Perancis). Juga berbeda dengan kesultanan Yogyakarta yang menggunakan struktur bregodo (brigade, mengadopsi sistem Belanda).

Kiriman Senjata

Tak hanya struktur militer ala Turki, Belanda bahkan mencurigai bahwa ada kiriman senjata dari Turki melalui pantai selatan Jawa. Karenanya pantai yang menghadap Samudera Hindia ini dijaga ketat. Deretan benteng kokoh dibangun Belanda menghadap lautan selatan. Sisanya antara lain masih bisa ditemukan di Cilacap, Jawa Tengah, dan Pangandaran, Jawa Barat. Penduduk lokal kini menyebutnya benteng pendhem (terpendam) karena sebagian strukturnya terpendam di bawah tanah.

Tak cukup dengan benteng berbentuk tembok fisik, benteng mitos agaknya juga dibangun oleh Belanda. Termasuk dengan menanamkan mitos tentang keramatnya pantai selatan. Belakangan muncullah mitos tentang Ratu Kidul yang hingga kini masih disembah dengan berbagai ritual oleh keraton maupun penduduk pesisir selatan.

Mitos tentang pantai selatan itu membuat penduduk lokal selalu dibayang-bayangi ketakutan pada kemurkaan Ratu Kidul. Mereka takut dan enggan mengeksplorasi potensinya. Termasuk potensinya sebagai gerbang hubungan internasional dengan dunia luar. Inilah yang diharapkan Belanda, perjuangan Muslim di Nusantara terisolir dari dunia Islam.

Dugaan penciptaan mitos oleh Belanda ini tidak berlebihan. Di antara program yang intens dilakukan oleh Belanda melalui sisi budaya adalah nativikasi. Upaya mengembalikan penduduk Muslim di Nusantara pada kepercayaan dan agama “asli” atau lokal. Program inilah yang mendorong Belanda tak segan mengeluarkan dana besar untuk mengkaji naskah-naskah kuno yang kini kebanyakan tersimpan di Leiden.

Hasil riset itu kemudian diwujudkan dalam tulisan-tulisan dan kitab-kitab yang kerap menjadi pegangan kelompok Kejawen seperti Darmogandhul dan Gathuloco. Isinya mengagungkan kehidupan Jawa pra-Islam, melecehkan syariat Islam dan mempromosikan teologi Kristen secara tersamar. Meski dianggap kitab kuno, penelitian sejarawan Muslim seperti Susiyanto dari Pusat Studi Peradaban Islam menunjukkan bahwa kitab-kitab itu dikarang pada era Belanda dan memuat ajaran teologi Kristen.

Sisa Laskar Diponegoro

Setelah Perang Diponegoro berakhir dengan kemenangan Belanda, pesisir selatan masih menjadi basis pasukan Diponegoro. Sisa-sisa laskarnya menyebar di pesisir selatan Kebumen dan Purworejo. Mereka biasa menyerang kepentingan Belanda di sekitar kota.

Oleh Belanda gerakan sisa laskar Diponegoro itu disebut sebagai para kecu (perampok yang bergerak siang hari) dan rampok (biasanya bergerak malam hari) yang terkenal di kawasan itu. Bisa jadi perkecuan dan perampokan itu dilandasi semangat terus berjihad melawan Belanda serta merampas ghanimah dan fa’i dari musuhnya. Wallahu a’lam
(courtesy of: Ustadz Fahmi Suaidi at http://www.eramuslim.com )

0 komentar :

Recommended